Home » Blog » Madu Padamkan Luka
Kategori
Produk Pilihan
Pengiriman
Berlanganan via email ?

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Pembayaran
300000
Rp 27000
60000
Rp 54000

Madu Padamkan Luka

Thursday, October 31st 2013. Posted in Artikel Kesehatan

syamil dates honey

Luka bakar di tangan Syaeful Nurudin berangsur lenyap setelah diolesi madu selama 2 pekan.

Kemeriahan kembang api pada malam Idul Fitri 2010 itu menjadi peristiwa pahit bagi Syaeful Nurudin. Salah satu dari kembang api yang ia nyalakan justru meledak di tangan kanannya. “Saya berteriak keras karena kaget,” ujar Syaeful. Kerabat yang berada di dekatnya saat kejadian itu lari berhamburan karena khawatir kembang api lainnya bakal meledak.

Ledakan itu sekejap membuat sekujur kulit di telapak sampai pergelangan tangan Syaeful melepuh. Ayah Zaid Saiffulloh itu bergegas mencari air untuk membasahi tangan yang terbakar. “Rasanya sangat panas dan yang teringat air dan air,” kenangnya. Saat berlari ke kamar mandi. Syaeful teringat ia menyimpan 1 liter madu yang dibawanya dari Bekasi, Jawa Barat. “Saya minta istri mengambil lalu mengguyurnya ke tangan,” kata Syaeful. Ia merasa betapa kulitnya sangat perih ketika cairan madu itu menempel di kulitnya.

 

Antibodi

Tidak lama setelah madu itu melumuri kulit yang melepuh, muncul gelembung-gelembung kecil berisi cairan. Bau daging terbakar menyengat dari luka itu. “Warnanya seperti kulit singkong bakar,” kata Syaeful. Keluarga Syaeful yang panik dan khawatir luka bakar itu semakin parah, segera membawanya ke sebuah klinik. Dokter jaga yang memeriksa menyebutkan luka bakar yang dialami Syaeful termasuk derajat dua dengan ciri munculnya gelembung-gelembung berisi cairan jernih dan kental yang dibarengi timbulnya rasa nyeri hebat.

Saat gelembung itu pecah akan terlihat kulit di lapisan jaringan tanduk yang berwarna kemerah-merahan. Syaeful menuturkan dokter jaga itu kemudian membalut lukanya dengan perban khusus luka bakar dan merujuknya berobat ke rumahsakit. Syaeful yang kemudian memilih pulang, membuka perban itu di rumah lalu mengoleskan madu di kulitnya yang melepuh. Begitu juga keesokan harinya pada pagi dan sore hari. “Setiap kali madu dioleskan saya tutup lagi lukanya dengan perban,” kata suami Dede Kusaeri itu.

Pada hari ketiga sesudah rutin mengoleskan madu, kondisi tangannya mulai menunjukkan kemajuan berarti. Syaeful bisa memakai tangan kanannya untuk makan, bahkan mengendarai motor. Padahal, sebelumnya ia nyaris tidak bisa menggerakkan tangan itu karena rasa nyeri yang hebat.  Kondisi itu yang membuat Syaeful berani mengendarai motor pulang dari Cirebon, Provinsi Jawa Barat, ke Jakarta. Namun, kondisi itu membuatnya sulit mengganti perban apalagi mengoleskan madu di tangannya.

“Tangan terasa gatal dan panas, benar-benar tidak nyaman,” ujar pria kelahiran Cirebon 1982 itu. Saat membuka perban, Syaeful tercengang mendapati tangannya seperti membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Dalam pikiran sudah terbayang tangan saya akan diamputasi,” ujarnya. Saat tidur tangan Syaeful terpaksa digantung agar tidak tersenggol yang menimbulkan rasa perih di kulitnya. Pagi hari, ia mencoba untuk menguliti sedikit lukanya di bagian ibu jari. Ternyata terdapat lapisan kulit baru di bawah luka itu. Syaeful tetap mengoleskan madu.

Menurut dr Dendi Sudiono SpKK dari Rumahsakit Hasan Sadikin, Bandung, saat terjadi luka bakar tubuh berupaya memperbaiki jaringan yang rusak. “Badan menggerakkan seluruh darah dan antibodi ke lokasi luka bakar sehingga terbentuk eschar, parut palsu yang menyelimuti luka seperti lapisan kulit,” ujar Dendi. Itu pula yang terjadi setelah Syaeful mengoleskan madu di luka bakarnya. Setelah 10 hari luka di lengan kanan mengering dan terkelupas, lalu tumbuhlah kulit baru yang tidak meninggalkan luka parut.

 

Sejak dulu

Madu dipercaya berkhasiat  sejak manusia mengenalnya puluhan abad yang lalu. Hal itu terlihat dari lukisan berumur 9.000 tahun di Gua Aranha, Valencia, Spanyol, yang menggambarkan proses seorang pria mengumpulkan madu. Menurut Dr Andrew Jull dari Klinik Universitas Auckland, Selandia Baru, madu bisa menjadi obat yang baik untuk mengatasi luka bakar. Pada 1998 pernah dilakukan sebuah studi di India yang hasilnya menunjukkan bahwa madu menyembuhkan luka bakar.

Syaeful sekeluarga memang sejak lama mengonsumsi madu setiap hari. “Rutin satu sendok setiap hari. Dosisnya saya tambah ketika badan kurang enak,” ujar bapak satu anak itu. Kebiasaan itu membuat Syaeful sekeluarga jarang terserang flu. Madu yang diminumnya setiap hari itu bahkan belakangan membantu penyembuhan luka bakarnya. Saat ini luka melepuhnya sudah sama sekali tidak terlihat lagi.

Khasiat madu membantu menyembuh-kan luka bakar sudah diteliti. Riset Feriana Ira Handian dari Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya, Malang, pada 2006 membuktikan madu memiliki efektivitas mempercepat granulasi dan pengangkatan jaringan nekrosis yang lebih baik dibandingkan pemakaian silver sulfadiazine. Silver sulfadiazine merupakan gel yang biasa diberikan kepada penderita luka bakar. Penelitian lain oleh Shazita Adiba Martyarini dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada 2011.

Riset itu membuktikan madu mem-percepat proses epitalisasi pada luka bakar derajat dua. Proses epitalisasi merupakan pertumbuhan sel kulit muda yang menggantikan lapisan kulit yang terluka. Menurut penelitian Ikha Mansoora Siddiqa dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2010, madu memiliki potensi mencegah serta menghilangkan infeksi pada luka. Mekanisme osmosis madu pada luka membantu pengeringan jaringan yang terinfeksi dan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Jadi pantas bila proses pengeringan luka yang di alami Syaeful berlangsung lebih cepat.

Dr Sukrasno MSi, ahli farmakolog dari Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, menuturkan madu yang merupakan campuran monosakarida dengan aktivitas air yang rendah  memiliki pula aktivitas antimikrob. Menurut Sukrasno aktivitas antimikrob itu mencegah terjadinya infeksi, misalnya seperti terjadi pada luka bakar. Syaeful Nurudin sudah membuktikannya saat menyembuhkan luka bakar itu. (Rizky Fadhilah)

60000
Rp 54000
60000
Rp 45000
36000
Rp 324000
Shopping cart:
Jumlah = pcs

Lihat Keranjang
Jumlah Nama Barang Berat (kg) Total
0 0,00 Kg Rp 0,00
keranjang anda kosong